Dimulai dari beberapa detik yang lalu, hoby corat-coret itu muncul lagi. Secangkir kopi hangat dan lantunan irama musik klasik menemaninya mengais serpihan kaca yang dulu pecah dan merangkainya kembali menjadi mosaik. Ide-ide muncul kembali setelah sekian lama tertimbun kelelahan dan kemalasan yang tiada henti-hentinya menggoda dalam setiap detik gerak-gerik kehidupannya. Serpihan-serpihan kaca kini sudah mulai terkumpul dan perlahan-lahan terekat menjadi mosaik. Tak ingin lagi dia membiarkan serpihan itu hilang tak berbekas tergerus waktu yang tak pernah berputar kembali.

Mosaik itu kan terlihat dari apa yang tertulis disini. Mosaik itu kan tersusun dari serpihan pecahan kaca dari masa lalu dan serpihan pecahan kaca yang kan ditemukan ditengah perjalanan waktu menuju masa depan.

Ini lah awal mosaik itu, mosaik ‘kacabiru’..🙂