Salah satu kata benda yang cukup familiar di telinga para perantau yang mencari ilmu atau bahkan sesuap nasi di negeri orang adalah ‘kos’. Ya…. ‘kos’ adalah tempat bernaung dari hujan, terik matahari, dan dinginya malam. Tapi fungsi yang tak kalah penting dari ‘kost’ adalah tempat mengembangkan proses bersosialisasi. Seperti yang kita tahu, tak hanya satu orang yang tinggal di ‘kos’; bisa ada 10 atau bahkan ratusan orang yang berteduh di bawah satu atap. Dari situlah, jiwa bersosialisasi akan berkembang. Toleransi dengan penghuni lain, mau tak mau harus muncul walau hanya setitik karena orang yang tinggal di ‘kos’ pasti punya kepribadian dan adat yang berbeda-beda. Bagi setiap individu yang menjadi penghuni ‘kos’ pasti akan merasakan perbedaan sebelum dan sesudah menjadi anak ‘kos’.

Klo bicara tentang kos2an, waktu yang dibutuhkan emang gak bakalan cukup klo cuma satu atau dua jam. Kenapa? Pastinya karena banyak momen-momen penting yang gak pengen dilewatkan untuk diceritakan dari momen ultah, wisuda, sampai upacara saying goodbye. Memang sih…banyaknya momen juga tergantung sama jenis kos2an dimana kamu tinggal. Weeww.. jadi inget novel serial Anak Kos Dodol, novel yang berisi tentang kegilaan penghuni sebuah rumah kos. Nah..bagaimana cerita tentang rumah kos yang ber-title-kan Kersen 117???…apakah kosan ini bikin betah para penghuninya, penuh dengan kegilaan, intrik dan misteri?? Huhuhu…agak lebay nih kata-katanya…😛

Well…sebelum masuk ke setiap ruangan di Kersent 117, mari kita buka pintunya dulu.

Rumah kos ini berwarna peach, terdiri dari dua lantai, dengan pintu yang setiap tahun warnanya tetap sama – merah. Klo dalam bisnis property kosan ini bisa dimasukkan dalam kategori RS (rumah sederhana) – kecil mungil sih…walaupun cukup menampung 8 kamar, ruang TV, kamar mandi, dan dapur. Ehmm..meski rumah kos ini kecil gitu, bikin betah para penghuninya lho. Itu karena kosan ini bersih dan rapi – salah satu kelebihan nih J. Perlu diketahui, ada jadwal piket harian yang gak bisa dilanggar oleh setiap penghuninya. Kalo gak piket, dipastikan mereka kena denda mirip kayak para pengendara kendaraan motor yang kena tilang polisi kalo melanggar aturan lalu lintas hehehe. Gak cuma masalah aturan piket aja lho yang ketat, masalah cuci piring masing-masing penghuni aja bisa jadi momok buat para penghuni baru khususnya mereka yang malas cuci-cuci their dish klo di rumah. Di aturan yang telah disepakati tertulis “Setiap item yang gak dicuci selama 12 jam kena denda 5 ribu rupiah”..ini nih yang bikin kosan ini makmur jaya😀. Buat memastikan aturan-aturan itu berjalan, ada supervisor beserta kroninya yang bekerja ekstra untuk mengontrol tiap hari – mereka ditunjuk oleh para penghuni kos lewat pemilihan ala pilkada gitu🙂. Daya tarik lain dari Kersen 117 adalah foto2 keluarga kos yang terpampang di ruang TV. Dipastikan setiap calon penghuni tertarik buat tinggal disini abis liat foto2 dari angkatan bahula itu – terbukti dengan hasil survey melalui interview dengan para penghuni baru.

Trus..gimana dengan penghuni-penghuninya?

Disini emang tempat bertemu dan berkumpulnya beberapa jenis manusia dari beberapa plosok kota di Indonesia dengan kepribadian dan sifat-sifat yang berbeda-beda tentunya. Sebut saja mereka Miss.A to Miss.Z.

Miss.M, cewek yang hobinya nonton film, ngenet, baca, and dengerin musik. Dia kuliah jurusan Sastra Inggris. Ni cewek paling doyan sama yang namanya kopi. Asal tau aja, Miss yang satu ini gak pernah melewatkan ritual pagi setelah bangun tidur dan ‘laporan’ yaitu having a cup of hot coffee. Di Kersent 117, dia juga jadi konsultan – dari mulai urusan bahasa, penampilan, sampai urusan pernak-pernik yang buat dia sendiri gak terlalu penting. Bagi para penguhuni kos, ni cewek termasuk cewek kalem yang gak suka ambil pusing sama urusan and masalah orang lain.

Penghuni kedua, sebut saja Miss.F. Cewek yang satu ini paling keranjingan sama yang namanya HP. Cewek berkacamata ini kuliah jurusan Administrasi Publik. Ni cewek selalu ngebet bisa lulus kuliah dengan cepat trus jadi penerus ayahnya sebagai pegawai bank –cita-cita yang agak contrast dengan tujuan kuliah biar bisa memperbaiki sistem aparatur Negara sepertinya hehehe.

Di tangga ketiga ada miss.E, si gadis asal kota brem penyayang mbah dok and mbah nang. Cewek yang satu ini tergolong pekerja keras – mengumpulkan pundi-pundi uang untuk kelangsungan hidup agar lebih makmur lagi J. Di Kersent 117, dia terkenal dengan kejutekan dan emosinya yang sering meledak-ledak kayak tetes air yang masuk ke minyak goreng panas hihihi. Dia kuliah di fakultas yang sama dengan miss.F. Ni cewek punya tujuan yang mulia banget lho abis lulus kuliah – balik ke kota asalnya untuk berwirausaha dan mendampingi kedua mbahnya..so sweet….🙂

Di ruang yang sama dengan Miss.M ada Miss.J. Cewek yang satu ini paling gak bisa jauh sama yang namanya dear diary. Cara curhat yang menurut dia paling ampuh ya emang meluapkan semua emosinya melalui coretan di diary kesayangannya. Dia kuliah jurusan komunikasi. Sesuai banget sama jurusan yang diambil, ni cewek emang rada cerewet plus kritis abis. Miss.J adalah rekan menggila si Miss.M – rekan dari mulai urusan nonton, update film, lagu, buku sampe urusan hati. Ni cewek punya banyak impian sebelum balik ke negerinya Jambi.

Trus di seberang pintu, ada yang namax Miss.TD. Cewek yang satu ini paling hoby mengurung diri di kamar. Dia cewek yang sedikit pemalu and pendiam. Eittt tapi jangan salah…sekali ketawa bisa meledak-ledak sampe bikin ibu kos harus menghentikannya ckckck…. Ni cewek asli dari kota bekasi. Dia kuliah di fakultas yang sangat berkaitan erat sama yang namanya ikan dan kerabatnya a.k.a perikanan dan kelautan.

Sebelum lanjut berkenalan dengan para penghuni yang lain..yuukk rehat bentar sambil menikmati secangkir moccacinno….. ^^

Well…rehatnya udahan dulu…lanjuuttt….

Di sebelah Miss.TD ada cewek mungil sebut saja Miss.I. Ni cewek gak cukup kalo cumadibilang lumayan cerewet. Kalo ada pemilihan Miss ketawa paling keras pasti dia bakal jadi juaranya. Miss.I paling takut sama yang namanya semut. Hemmm..contrast banget sama jurusan kuliah yang dia ambil sebenarnya. Gimana gak…? Dia kuliah di fakultas peternakan gitu loh…

Dari Miss.I, yuk jalan tiga langkah ke kiri. Di situ ada Miss.N, si gadis yang hobinya sibuk a.k.a sitik-sitik bubuk (red: dikit-dikit tidur). Di mata semua penghuni kos, cewek yang satu ini adalah cewek yang paling minim complain dan jarang banget melakukan refusing for any helps they want. Sama dengan Miss.F, Miss.N kuliah jurusan administrasi publik. Asal tau aja, dia kuliah di jurusan ini karena nyasar. Selama beberapa bulan kuliah, dia mengalami penyesalan hingga pengen henkang ke jurusan lain.

Trus siapa yang diseberang Miss.N??…ehmm…let’s see. Ternyata ada Miss.Y, pemain badminton yang hobby fitness. Buat beberapa orang yang baru ketemu dengan ni cewek, kebanyakan akan mengira kalo dia adalah cewek yang jutek abis. Tapi dijamin deh, kalo udah kenal, gak bakalan bisa lepas…wkkkkkk..ups maksudnya anaknya asyik banget, cool, and pasti mau kalo dimintai bantuan buat beliin makana yang lewat malem-malem di depan kos. Secara dia juga doyan makan tengah malem. So, kalo deket ma dia dijamin deh gak bakalan kelaparan tengah malam😀. Miss.Y kuliah di fakultas yang mempelajari perkembangbiakan aneka hewan a.k.a peternakan.

Huffttt…kadar oksigen di dalam mulai berkurang nih..yuukk..keluar. di luar ada dua rooms lagi.

Di kamar yang kanan ada Miss.Dn. cewek ini adalah salah satu wirausaha di kos. Dia menjalankan usaha printing. Ilmu yang dia dapat dari kuliah di jurusan yang deket sama urusan hitung-menghitung uang a.k.a akuntansi tak pelak membuat cewek yang satu ini cukup ulet dalam urusan mengelola keuangan dari usaha printing-nya.

Tak..tak..tak…sampe deh ke kamar terakhir. Penghuninya adalah cewek berambut panjang yang kuliah jurusan administrasi publik. Panggil saja dia Miss.V. Cewek yang satu ini paling gampang marah and nangis tapi gampang pula ketawa ngakaknya, dan dia paling gak suka sama orang yang terlalu banyak omong.

Kelar juga keliling dari satu ruangan ke ruangan yang lain. bersua dengan penghuni yang satu trus dengan penghuni yang lain. Walau mereka dari kota yang berbeda dengan sifat dan kebiasaan yang beda-beda juga, akhirnya mereka jadi saudara. Banyak momen yang mereka lewati bersama hingga satu-persatu diantara mereka harus cabut – bukan karena usia ataupun diusir sama si empunya kos lho, tapi karena masa studi mereka telah usai.

Tahun demi tahun akan terlewati dan penghuni kos Kersent 117 pun akan terus silih berganti – datang dan pergi. Lalu bagaimana dengan kelanjutan cerita kosnya ?? ^^