Keminggris mungkin adalah istilah yang sering dipakai seseorang – orang yang bahasa aslinya adalah bahasa jawa- bila mendengar orang lain berbicara dalam bahasa Indonesia tapi dicampur-campur dengan bahasa Inggris. Nah…dalam ilmu kebahasaan khususnya sociolinguistics pencampuran kata-kata dari dua bahasa yang berbeda disebut dengan istilah code-mixing. Code-mixing memang bukan lagi hal yang asing dalam komunikasi dan akan terdengar wajar tanpa masalah kalau memang kata-kata yang digunakan sesuai dengan konteks. Lalu bagaimana kalau ada kesalahan penggunaan kata? Tentu saja segera koreksi. Kalau tidak bisa mengoreksi secara langsung karena orang yang mengucapkan ada di TV atau radio maka cukup tertawa kecil sendiri saja dan jangan ditiru😀

Contoh kasus kecil dari kesalahan yang sering terdengar🙂

Si A bilang, “Uuuhhh….aku boring nih.” (diucapkan pada saat si A tidak suka dengan suatu kondisi tertentu)

Si B bilang, “Yaaahhh…acaranya boring banget.” (diucapkan pada saat si B tidak suka dengan suatu acara)

Dimana kesalahanya? Kesalahan ada pada pernyataan yang dibuat oleh si A. Kalau pernyataan si A diartikan akan menjadi “Uuuhhh….aku membosankan nih.” Padahal yang sebenarnya ingin disampaikan oleh si A adalah bahwa dia sedang merasa bosan. Jadi, seharusnya si A bilang, “Uuuhhh….aku bored nih.” Dalam konteks si B, penggunaan kata boring sangat tepat karena yang ingin dia sampaikan adalah “Yaaahhh…acaranya membosankan banget”.

Secara singkat, kata sifat bosan dan membosankan dalam bahasa inggris mempunyai bentuk yang berbeda:

bosan = bored
membosankan= boring

Jadi, hati-hati dalam pemakaian kata boring. Jangan sampai mengucapkannya yang akhirnya menunjukkan kalau kalian adalah membosankan. kecuali kalau memang ingin mengakui dengan segenap hati😀