Apa yang kamu pikirkan saat mendengar kata “ibu kota”? Salah satu jawabannya pasti kemacetan.

Bisa dikatakan kemacetan adalah stereotipe kota yang jadi pusat kegiatan administrasi negara ini. Ya, walaupun sebenarnya sekarang ini kemacetan juga dijumpai di kota-kota lain, baik yang jauh dari ibu kota ataupun yang dekat seperti kota Depok.

Kemarin, waktu keluar sama teman tepat di malam Minggu, iseng-iseng berhadiah, walau hadiahnya dalam bentuk asap kendaraan bermotor yang lumayan bikin mata pedih dan hidung gatal, menyempatkan untuk jeprat-jepret padatnya kendaraan di ruas jalan utama dekat kos-an. Jalan utama ini adalah jalan satu arah menuju Bogor dan jalan satu arah menuju Jakarta.

Kemacetan seperti ini pasti terjadi setiap weekend. Banyaknya kendaraan yang mengarah ke Bogor dan sekitarnya (ruas jalan sebelah kanan) nampaknya berbanding terbalik dengan banyaknya kendaraan yang mengarah ke Jakarta dan sekitarnya (ruas jalan sebelah kiri). Kalau sudah seperti ini, alhasil untuk mencapai jarak 100 meter saja diperlukan paling tidak 10 menit.

Kemacetan terparah rupanya tidak hanya terjadi di dekat lampu merah, tetapi juga di sekitar pusat perbelanjaan. Hal ini disebabkan banyaknya angkot yang ngetem a.k.a berhenti untuk menunggu penumpang di depan pusat perbelanjaan itu.

Kapan potret kemacetan akan terhapus sehingga tak ada lagi bising suara klakson dan tebalnya kabut asap?😀

–kacabiru–