Dari ratusan hari yang kamu lalui, suatu saat, waktu, masa di dalam hidupmu, kamu pasti mengalami hal yang tidak pernah diduga, disangka, dan dinyana. Kemudian hal itu menjadi magnet yang kuat yang menarik partikel-partikel dalam otak untuk melihat sisi-sisi positifnya.

Suatu saat, di bawah gerimis kamu duduk menunggu bus selama beberapa menit, lalu tiba-tiba dengan tidak sadar naik ke metromini yang tidak mengarah ke tujuanmu. Selanjutnya, setelah tersadar kamu memutuskan untuk turun, menunggu angkutan umum lainnya, dan memilih taxi dengan alasan efisiensi waktu. Beberapa detik setelah taxi melaju, di bawah tetes hujan yang semakin deras, kamu terjebak dalam deretan panjang mobil, bus, truk, yang tak bergerak di jalan tol, dan 2 setengah jam berlalu begitu saja dalam diam berseling obrolan ringan dengan juru kemudi.

Beberapa waktu kemudian partikel-partikel dalam otakmu bergerak cepat menemukan makna dari runtutan kejadian itu. Kenapa tiba-tiba si kaki melangkah begitu saja ke dalam metromini ketika sang empunya merasa tidak memberikan instruksi apapun? Kenapa tiba-tiba memutuskan naik taxi ketika kamu tahu saat itu adalah jam-jam kendaraan padat merayap yang pasti akan membuat ongkos taxi cepat meroket? Lalu, gerakan partikel-partikel itu membuka satu sisi positif bahwa runtutan peristiwa itu membuatmu melihat kembali apa yang sudah kamu pelajari beberapa tahun silam. Obrolan dengan sang juru kemudi membukakan kembali celah untuk memahami tentang bagaimana seseorang itu dilihat dan dinilai, dan bagaimana sesuatu yang telah kamu pelajari, sekecil apapun itu, membentukmu menjadi kamu saat ini.

Suatu waktu, di tengah-tengah perjalananmu menuju tempatmu berkarya kamu memutuskan untuk kembali pulang karena ada yang tak kamu temukan dalam tasmu. Beberapa menit terbang begitu saja. Kemudian saat kamu kembali menuju ke tujuan semula, tepat di posisi ketika kamu memutuskan untuk mengambil sesuatu yang tertinggal, beberapa menit setelah kamu memutuskan untuk berbalik arah, terjadi kecelakaan.

Sesaat kemudian, jantungmu berdegup kencang, dan partikel-partikel dalam otakmu bertautan membuka sisi positif yang tertutup, “Masih banyak yang harus kulakukan; aku masih diperlukan disini hingga aku terhindar dari tragedi itu. Aku masih diberi waktu.”

Suatu masa dalam hidupmu, hal-hal tak terduga akan menyapamu dan menggoreskan cerita bermakna.

–kacabiru–