Rahasia ketiga: Jadilah cinta

Cinta adalah kehidupan. Jika cinta itu hilang, hilang pula kehidupanmu.
-Leo Buscaglia-

Jika kau ingin orang lain bahagia, berbelaskasihlah. Jika kau ingin bahagia, berbelaskasihlah.
-Dalai Lama-

David, 70 tahun, mengisahkan ketika ayahnya sedang berada di ambang pintu kematian. Keluarganya dari berbagai penjuru dunia berkumpul untuk menyaksikan hari-hari terakhir ayahnya itu. David melihat bahwa selama beberapa hari tersebut ayahnya tidak pernah berbicara tentang kekayaan yang dia miliki. Sang ayah tidak sedikitpun menyebutkan mobil, rumah, atau harta benda lainnya yang telah dia kumpulkan semasa hidup. Sang ayah justru mengelilingi dirinya sendiri dengan potret-potret saat-saat istimewa dalam hidupnya – pernikahan, kelahiran, perjalanan keluarga, dan momen-momen yang dia habiskan bersama teman-temannya. Menyaksikan hal tersebut David menyimpulkan, “Saat ajal menjelang, saat kita hanya memiliki sedikit waktu tersisa, satu-satunya hal yang kita butuhkan adalah cinta.” Selama bertahun-tahun David membawa bayangan ini bersamanya. Bayangan itu telah menunjukkan bagaimana dia menjalani hidup.

Seorang filsuf Italia, Leo Buscaglia, berkata, “Cinta adalah kehidupan. Jika cinta itu hilang, hilang pula kehidupanmu.”

**

Sinopsis tersebut saya temukan beberapa hari yang lalu, saat membongkar tumpukan-tumpukan catatan lama. Sinopsis tersebut adalah sinopsis satu bab dari sebuah buku yang baru saja saya ingat judulnya, “Temukan Lima Rahasia Sebelum Mati” oleh John Izzo Ph.D.

–kacabiru–